Bubble properti atau over price??

Tingginya kenaikan property beberapa tahun belakangan ini, membuat institusi di bidang property memberikan peringatan awal akan potensi bubble properti. Mereka adalah Knight Frank dan Bank dunia. Harga hunian di Indonesia, memang  terus mengalami kenaikan. Saking tingginya, banyak pihak yang mulai merasa ngeri dan khawatir akan terjadi bubble properti. Maksudnya, harga properti terus naik dengan cepat sampai di suatu titik di mana semua orang baru sadar kalau harga sudah terlalu mahal, sehingga harga-harga pun “kempes” dan kembali turun.

Knight Frank dan bank dunia memberikan peringatan awal akan potensi bubble property. Dalam Laporan “the wealth report 2013”, Knight Frank melihat krisis ekonomi yang terjadi pada Eropa berimbas positif terhadap pertumbuhan property di Asia pasific. Tidak hanya mendorong investasi masuk namun juga mengerek harga property di Asia pasifik.

Dalam laporan mereka, dua wilayah di Indonesia yaitu di Jakarta dan Bali menjadi sorotan utama. Harga property di Jakarta dan Bali mengalami kenaikan tertinggi sejak 2012 lalu. Dengan harga property rata rata di jakarta mengalami pertumbuhan sebesar 38% di ikuti dengan bali yang rata rata mengalami pertumbuhan sebesar 21%. Lonjakan harga tersebut sudah mengalahkan beberapa kota elite lainnya di dunia seperti Dubai 20%, Miami 19.5% dan San Paulo 14%.

Presiden Komisaris Grup Paramount yakin kenaikan harga rumah yang dianggap tak masuk akal oleh banyak orang belum bisa dianggap pertanda bubble properti. Gencarnya pertumbuhan pembiayaan properti beberapa tahun terakhir tidak menjurus pada kondisi bubble properti tapi hanya terjadi over value di properti. Ditunjang dengan majunya infrastruktur di berbagai lokasi di jakarta dan ditambah dengan minat akan wisatawan mancanegara yang semakin mengenal Bali, membuat tren dan kebutuhan akan investasi di kedua kota berkembang tersebut meningkat dengan pesat.

Sistem taradisi dalam memiliki property di Indonesia, berbeda dengan negara lain seperti di Eropa. Dimana di indonesia masih banyak investor property yang membeli property dengan menggunakan fasilitas tunai bertahap yang telah di sediakan oleh para pengembang. Berbeda dengan apa yang diberlakukan di benua Eropa dan sekitarnya. Dimana Bank memfasilitasi semua kebutuhan untuk memiliki property baik itu untuk investasi maupun untuk tempat tinggal. Kondisi inilah yang merupakan salah satu sebab Bubble property di benua Eropa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s